MasHer

tersenyumlah...
Google

Saat Diri Harus Beranjak Pergi

Saat Diri Harus Beranjak Pergi

Jiwa meregang...

Tubuh pun bergetar hebat, berbaur jeritan ketakutan atau linangan air mata bahagia karena ingin bertemu Rabb-nya. Ditarik, dan dicerabut dari setiap urat nadi, syaraf, dan akar rambut. Ini sebuah titah, ia harus kembali kepada pemilik-Nya.

Allahu Akbar, janji-Mu telah tiba. Yaa Robbi..., alangkah sakit dan pedih. Perih laksana tiga ratus tusukan pedang, atau ringan bagaikan sebuah pengait saat dimasukkan dan ditarik dari gumpalan bulu yang basah. Duhai jiwa, seandainya engkau tahu bahwa sakaratul maut itu lebih ngeri dan dahsyat dari semua sketsa yang ada.

Sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur'an, dan sesegukan air mata yang tumpah. Lalu, hening berbalut sepi. Semakin hening, bening..., menggantikan hingar bingar dunia di kala pagi yang penat dan siang yang meranggas. Diam pun menyisakan kepiluan, kesedihan atau berjuta kenangan. Dia telah pergi, dan tak akan pernah kembali.

Yaa Allah..., inikah kepastian yang telah Engkau tetapkan?

Dimanakah kini sahabat-sahabat setia yang katanya kan bersama selamanya? Dimanakah kini kekasih hati yang kan menemani sampai mati? Dimanakah kini pakaian indah yang selalu menghiasi tubuh ini? Dimana harta benda yang telah terkumpul, dimanakah kini kalian semua berada? Semua telah direnggut kematian, dicampakkan, dan dihempaskannya kenikmatan dunia yang dahulu terlalu dielu-elukan. Adakah segala amanah dapat menuai pahala, duhai Allah.

Kegelapan pun menyeruak, hitam pekat laksana jelaga, sungguh mengerikan sebagian jiwa yang akan berteman dengan amalan jahat hingga tibanya hari kiamat. Mencekam, berbaur jeritan keras memekakkan telinga, "Jangan Kau datangkan kiamat yaa Allah, sungguh hamba disini sudah sangat tersiksa!!!" saat diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka.

Bagi sebagian lainnya, alam kubur justru membuat bahagia. Berteman amal sholeh yang diibaratkan sebagai manusia dengan paras sangat menyenangkan. Lalu ia pun menjerit, menangis bahagia saat ditunjukkan tempatnya di surga, "Datangkan hari kiamat sekarang yaa Allah, hamba ingin segera ke sana, kembali kepada keluarga dan harta hamba!!!"

Kematian...
Erat menyiratkan takut dan pilu serta lantunan senandung duka. Menciptakan nada-nada pedih dan gamang yang kadang menghujam iman, hingga hati pun bertanya, mengapa selalu ada perpisahan? Rasa itu menghantam dan menikam pada keluarga yang ditinggalkan. Namun kematian adalah suatu keniscayaan, karena ia telah dijanjikan. Kematian pun hakikatnya adalah sahabat akrab bagi setiap yang bernyawa. Sayang, kesadaran itu begitu menghentak saat orang-orang yang kita cintailah yang direnggutnya. Ketika itu auranya begitu dekat, serasa setiap helaan nafas beraroma kematian.

Duhai jiwa... Sadarkah engkau bahwa kelak kuburan adalah tempat peristirahatan? Sudahkah engkau siapkan malam pertama di sana, seperti kau sibukkan diri menjelang malam pertama pernikahan? Tidakkah engkau tahu bahwa ia adalah malam yang sangat mengerikan, malam yang membuat orang-orang sholeh menangis saat memikirkannya.

Kau gerakkan lidah ini untuk membaca Al Qur'an, tetapi tingkah lakumu tak pernah kau selaraskan. Kau kenal setan, tapi mereka kau jadikan teman. Kau ucapkan bahwa Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam adalah kecintaan, namun sunnah-Nya kau tinggalkan. Kau katakan ingin masuk surga, tapi tak pernah berhenti berbuat dosa. Tak henti-hentinya kau sibukkan dirimu dengan kesalahan saudaramu sendiri, padahal engkau pun bukan manusia suci. Saat kau kebumikan sahabat - sahabat yang telah mendahului, mengapa kau mengira dirimu tak akan pernah mati? Astaghfirullaahal 'adzim...

Duhai Allah... Engkau yang Maha Mendengar. Dengarkan munajat ini yaa Robbi, berilah kesempatan untuk kami selalu memperbaiki diri. Jadikan diri ini bersih, hingga saat menghadap-Mu nanti

Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut

Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut

Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut

Ringankan kematian kami yaa Allah, mudahkanlah duhai Pemilik Jiwa.

Jadikan hati ini ikhlas saat malaikat maut menyapa....

Hingga kematian menjadi saat yang sangat indah, kematian yang husnul khaatimah. Amin......Yaa Robbal ‘Alamiin

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Orang Sibuk dan Pengangguran

Orang sibuk cenderung menempati janji-janji mereka, sebab mereka sangat konsisten untuk mengatakan bisa atau tidak. Kalau mereka menyatakan bisa berarti mereka memang mengalokasikan untuk itu dan sungguh-sungguh. Beda sekali dengan seorang penganggur. Penganggur cenderung merasa dirinya sibuk sehingga mereka tidak bisa mengatur waktunya, mereka suka sekali dengan mengatakan ya, untuk sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan. Ia datang dan pergi dan jauh dari konsisten. Seorang penganggur adalah tokoh-tokoh yang menikmati hidup mereka. Mereka menikmati waktunya dan susah dipegang kata-katanya. Mereka cenderung merasa sibuk dan mudah untuk tidak menganggap penting orang lain. Mereka sukar untuk dipercaya. Pengangguran juga susah untuk diberi tugas-tugas yang sederhana dan mudah. Kadang kala hal sepele-pun mereka tidak lakukan. Saya ingat sekali dengan kata-kata big boss : berikanlah pekerjaan kepada orang-orang sibuk maka pekerjaan itu akan selesai dan hindari memberi pekerjaan kepada pengangguran, itu akan lambat selesai dan pada minggu ini saya membuktikannya dan benar-benar terbukti.

Orang sibuk cenderung akan hati-hati dan cenderung menghargai dengan tutur kata yang elegan, sederhana dan ramah. Mereka tidak berbohong dan cenderung untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Mereka cepat belajar dan akan menyesuaikan dengan cepat. orang-orang sibuk adalah orang-orang yang bisa dipercaya.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Adakah Cinta Sejati?

Adakah Cinta Sejati?


Adakah cinta sejati itu?

Yang dengannya manusia bisa merasa tenang tanpa ada kekhawatiran sedikitpun. Khawatir untuk berpisah atau dipisahkan. Karena tak ada jarak antara keduanya. Tak ada yang merintangi keduanya. Keduanya berbaur dalam hati masing-masing. Kesendirian yang terjadi hanya akan mendekatkan keduanya dalam rasa dan perasaan. Akan ditunggu hingga keduanya bisa bersama lagi.

Adakah cinta sejati itu?

Yang dengannya manusia bisa memberikan yang terbaik tanpa harus menuntut apapun juga dari sang kekasih hati. Kekasih yang bagi dirinya adalah tempat untuk mencurahkan segala rasa. Rasa sedih, rasa gembira, rasa penat dan dahaga yang mendalam akan kehidupan dunia. Hal yang terbaiklah yang senantiasa diberikan oleh pecinta sejati, walaupun bagi orang lain hal itu biasa saja. Persembahan terbaik adalah gambaran sempurna seorang pecinta sejati.

Adakah cinta sejati itu?

Yang dengannya manusia bisa menerima keadaan kekasihnya yang bagaimanapun juga. Keadaan yang berparas kejam atau bermuka manis dalam kancah kehidupan yang tak pasti. Tak selamanya dunia bersikap muram pada keadaan diri, namun juga tak selamanya melayani keinginan yang menggebu. Seorang pecinta sejati hanya bisa mengerti bahwa kekasihnya telah berusaha dengan keras, maka hasil yang diperoleh pun adalah hasil yang maksimal, tak peduli itu berapapun nilainya.

Adakah cinta sejati itu?

Yang dengannya manusia bisa berkorban. Tentang apa saja yang dimilikinya. Harta adalah hal yang biasa, dan nyawa pun salah satunya. Karena bagi pecinta sejati kekasihnya adalah lebih berharga dari apapun juga. Tak rela diri jika harus melihat kekasihnya dalam keadaan yang berbahaya. Atau kekasihnya berada dalam rasa yang membahayakan cinta kasih keduanya.

Adakah cinta sejati itu?

Yang dengannya manusia menjaga kesetiaan. Setia karena merasa dirinya adalah bagian dari diri kekasihnya. Bagi keduanya semua rasa adalah satu. Rasa pedih pada satu sisi akan menjadi rasa pedih disisi lain, rasa manis disatu sisi akan menjadi rasa manis disisi lain. Tak ada dusta antara keduanya, dan tak ada yang bisa menghancurkan kejujuran antara keduanya. Rasa saling percaya ada dalam genggaman erat para pecinta sejati.

Adakah cinta sejati itu?

Yang dengannya manusia bisa saling mencintai hingga berakhirnya dunia ini. Kecintaan antara keduanya takkan pupus dengan terpisahnya diri oleh maut. Maut hanya memisahkan nyawa dari jasad, namun tidak memisahkan hati dan jiwa di dalam rasa kebersamaan. Cinta sejati adalah cinta yang tak habis dibawa mati. Dialah yang menghiasi perjalanan hidup ini.

Lalu adakah cinta sejati itu?

Heri, 10 Nov 2004

Read More...
AddThis Social Bookmark Button